Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Waspada Radikalisme Digital, Densus 88 Soroti Peran Vital Orang Tua

Waspada Radikalisme Digital, Densus 88 Soroti Peran Vital Orang Tua
Waspada Radikalisme Digital, Densus 88 Soroti Peran Vital Orang Tua

kabarumat.co – Badung – Personel Densus 88 Anti Teror Polri menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah berkembangnya paham radikalisme di kalangan anak dan remaja. Kanit Densus Cegah Satgaswil Bali, Ipda Hadinata Kusuma, menyatakan orang tua harus peka dan mampu mengenali sejak awal perubahan perilaku anak yang mengarah pada paparan ideologi ekstrem.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam Simposium Anti Radikalisme dan Terorisme bertema “Moderasi, Literasi Digital, dan Ketahanan Ideologi Bangsa” yang berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini digelar oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Badung.

Dalam pemaparannya, Ipda Hadinata menjelaskan bahwa gejala awal paparan radikalisme pada anak dapat dikenali dari perubahan sikap dan kebiasaan yang terjadi secara mencolok. Salah satu tanda yang perlu diwaspadai, menurutnya, adalah munculnya simbol-simbol tertentu, seperti kebiasaan menggambar atau menuliskan lambang dan tokoh dari organisasi yang dikagumi.

Anak yang mulai terpapar juga cenderung bersikap defensif terhadap nilai-nilai nasionalisme, bahkan berani menentang atau memperdebatkan ajaran yang diberikan guru maupun orang tua. Mereka pun kerap mencari lingkungan atau komunitas baru yang dinilai lebih sejalan dengan pandangan yang baru dianutnya.

“Perubahan tersebut kerap dipengaruhi informasi dari luar, khususnya media sosial, yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan di rumah atau sekolah,” ujar Hadinata.

Ia menambahkan, pola penyebaran paham radikal kini telah berubah drastis. Jika pada era 1980-an hingga awal 2010 penyebaran dilakukan melalui pendekatan personal yang memakan waktu panjang, saat ini prosesnya bisa berlangsung jauh lebih cepat melalui platform digital.