Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Bencana Melanda Sumatra: 1.059 Jiwa Terdampak, Perempuan Dominasi Pengungsi

kabarumat.co – Memasuki hari ke-24 setelah bencana banjir bandang dan longsor menerjang Sumatra Barat, Sumatra Utara, serta Aceh, angka korban jiwa masih menunjukkan peningkatan.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (16/12/2025) pukul 11.30 WIB mencatat total korban meninggal dunia mencapai 1.059 orang.

Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban terbanyak, yakni 184 jiwa, diikuti Kabupaten Aceh Utara dengan 166 jiwa. Selain itu, BNPB melaporkan terdapat 190 titik pengungsian yang tersebar di Provinsi Aceh dan Sumatra Utara. Jumlah pengungsi mencapai 106.300 orang, dengan mayoritas adalah perempuan sebanyak 55.725 orang, sedangkan laki-laki tercatat berjumlah 50.575 orang.

Secara agregat, data dampak bencana mencatat sekitar 514,2 ribu warga terpaksa mengungsi. Hingga saat ini, 52 kabupaten/kota masih terdampak bencana, dengan 192 orang dilaporkan belum ditemukan dan sekitar 7 ribu warga mengalami luka-luka. Kerusakan pada sektor permukiman mencapai 147.236 unit rumah, yang terdiri dari 44.051 rumah rusak berat, 29.809 rusak sedang, dan 73.376 rusak ringan.

Kerusakan juga meluas ke infrastruktur publik, meliputi sekitar 1.600 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 967 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung atau kantor, serta 145 jembatan.

Kondisi di Aceh
Di Provinsi Aceh, jumlah korban meninggal dunia tercatat 451 jiwa. Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah dengan korban terbanyak, yakni 166 jiwa, disusul Aceh Tamiang sebanyak 85 jiwa dan Aceh Timur 53 jiwa. Jumlah warga yang mengalami luka-luka mencapai sekitar 4,3 ribu orang, sementara 31 orang masih dinyatakan hilang. Adapun jumlah pengungsi di Aceh mencapai 493,8 ribu warga, dengan 18 kabupaten/kota masih berada dalam status terdampak bencana.

Kerusakan permukiman di Aceh tercatat mencapai 106.060 unit rumah, yang terdiri dari 36.330 unit rusak berat, 22.951 unit rusak sedang, dan 46.779 unit rusak ringan. Dampak bencana juga merusak berbagai infrastruktur, di antaranya sekitar 1.100 fasilitas umum, 691 fasilitas pendidikan, 153 fasilitas kesehatan, 261 gedung atau kantor, 210 rumah ibadah, serta 36 jembatan.

Kondisi di Sumatra Utara
Di Provinsi Sumatra Utara, jumlah korban meninggal dunia dilaporkan sebanyak 364 orang. Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi daerah dengan korban jiwa tertinggi, yakni 131 orang, disusul Tapanuli Selatan sebanyak 86 orang dan Kota Sibolga dengan 54 orang.

Sebanyak 75 orang masih dalam pencarian, sementara korban luka-luka tercatat sekitar 2,3 ribu orang. Sebanyak 18 kabupaten/kota masih terdampak bencana, dengan 16,1 ribu warga masih mengungsi, terutama di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Kerusakan infrastruktur meliputi 80 fasilitas umum, 60 fasilitas pendidikan, 63 jembatan, 1 fasilitas kesehatan, dan 19 rumah ibadah. Untuk permukiman, jumlah rumah yang terdampak mencapai 28.725 unit, terdiri dari 5.162 rusak berat, 3.899 rusak sedang, dan 19.664 rusak ringan.

Kondisi di Sumatra Barat
Di Provinsi Sumatra Barat, jumlah korban meninggal dunia mencapai 244 orang, dengan Kabupaten Agam menjadi wilayah paling terdampak, yaitu 184 jiwa. Korban hilang tercatat 86 orang, sedangkan korban luka-luka mencapai 382 orang. Sekitar 4,3 ribu warga Kabupaten Agam masih mengungsi. Bencana ini memengaruhi 16 kabupaten/kota. Total rumah rusak di provinsi ini mencapai 12.451 unit, terdiri atas 2.559 rusak berat, 2.959 rusak sedang, dan 6.933 rusak ringan. Infrastruktur yang terdampak mencakup 486 fasilitas umum, 65 fasilitas kesehatan, 216 fasilitas pendidikan, 205 rumah ibadah, 29 gedung/kantor, dan 46 jembatan.