kabarumat.co – Pontianak – Kepala Bidang Penelitian Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kalimantan Barat, Didi Darmadi, menekankan pentingnya peran dai dalam mencegah meluasnya paham radikalisme di masyarakat. Pernyataan ini disampaikannya saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pesantren Ramadan yang diadakan oleh Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) IAIN Pontianak pada 9–11 Maret 2026 di kampus FDKI.
Dalam paparan tersebut, Didi menjelaskan bahwa pencegahan radikalisme harus dilakukan secara kolaboratif melalui pendekatan pentahelix, yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media. Ia menekankan bahwa radikalisme tidak boleh dipandang ringan karena berpotensi mengganggu ketentraman sosial.
“Radikalisme di tengah masyarakat harus menjadi perhatian bersama agar tidak berkembang. Gejala yang ada saat ini menunjukkan gerakan radikal masih eksis dan dapat mengganggu ketenangan publik,” ujar Didi.
Didi juga memberikan contoh beberapa kasus di lingkungan pendidikan, seperti di SMAN 72 Jakarta dan SMPN 3 Kubu Raya, untuk menunjukkan bahwa penyebaran paham radikal dapat menjangkau berbagai kelompok, termasuk kalangan pelajar.
Dalam kesempatan itu, Didi menegaskan bahwa dai memiliki posisi strategis dalam mendukung pemerintah dan masyarakat untuk mencegah penyebaran ideologi radikal. Ia menekankan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menangani masalah ini.
“Para dai harus berperan aktif dalam membantu pemerintah menahan penyebaran paham radikalisme, karena kekerasan justru akan menimbulkan masalah keamanan yang lebih besar. Apalagi radikalisme dapat menjadi gerbang bagi penyebaran paham terorisme,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya mengembangkan metode dakwah yang menenangkan dan membawa ketenangan bagi masyarakat. Menurutnya, pendekatan dakwah seperti ini sejalan dengan teladan yang ditunjukkan Rasulullah SAW dalam menyebarkan ajaran Islam. “Para dai perlu mengembangkan dakwah yang menyejukkan dan menenteramkan masyarakat, dengan mencontoh cara dakwah yang dicontohkan Rasulullah,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FDKI IAIN Pontianak, Yusriadi, menyampaikan bahwa kegiatan Pesantren Ramadan merupakan bagian dari upaya fakultas untuk membentuk calon dai yang tidak hanya kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga peka terhadap konteks sosial masyarakat yang beragam.
Yusriadi menambahkan bahwa lulusan FDKI nantinya akan memegang peran penting dalam masyarakat. Sebagai pendakwah, mereka diharapkan menjadi rujukan dalam keilmuan agama sekaligus teladan dalam sikap dan perilaku.
“Kegiatan ini merupakan upaya FDKI untuk menyiapkan calon dai yang memahami konteks dakwah dengan baik serta memiliki wawasan tentang keragaman sosial. Lulusan FDKI sebagai calon pendakwah akan menjadi figur penting di masyarakat, karena mereka menjadi panutan baik dalam ucapan maupun tindakan bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !