kabarumat.co – Imam Muslim memiliki nama lengkap Abu al-Hasan Muslim ibn al-Hajjaj ibn Muslim al-Qushairi al-Naisaburi. Ia dikenal sebagai salah satu ulama hadis terkemuka berkat karya monumentalnya, Sahih Muslim, sebuah kompilasi hadis Nabi yang menempati posisi kedua setelah Sahih al-Bukhari dalam khazanah kitab hadis otoritatif.
Menurut berbagai karya biografi ulama, seperti Tahdzib al-Tahdzib, Imam Muslim lahir pada tahun 204 H, tahun yang sama dengan wafatnya Imam al-Shafi’i. Dalam sejumlah penafsiran simbolik, kesamaan tahun kelahiran seorang tokoh dengan wafatnya ulama besar sering dipahami sebagai semacam kesinambungan atau estafet keilmuan.
Sebagaimana dicatat oleh Al-Dhahabi dalam karya Tadhkirat al-Huffaz, Imam Muslim mulai menerima dan meriwayatkan hadis pada tahun 218 H ketika berusia sekitar enam belas tahun. Dalam rangka menuntut ilmu, ia melakukan rihlah ilmiah ke berbagai wilayah. Perjalanan awalnya menuju Hijaz, tempat ia menimba ilmu dari sejumlah ulama sekaligus menunaikan ibadah haji. Di wilayah tersebut ia belajar kepada para ulama Hijaz seperti Isma’il ibn Uwais dan Sa’id ibn Mansur.
Tidak berhenti di Hijaz, Imam Muslim kemudian melanjutkan pengembaraannya ke berbagai pusat keilmuan Islam, seperti Basrah, Kufah, Baghdad, Rayy, Mesir, Syam, dan kota-kota lainnya untuk memperoleh riwayat hadis dari para ahli hadis pada masanya.
Menurut catatan Ibn Hajar al-Asqalani, beberapa guru utama Imam Muslim beserta jumlah hadis yang diriwayatkan darinya antara lain:
- Abu Bakr ibn Abi Shaybah – 1540 hadis
- Zuhair ibn Harb – 1281 hadis
- Muhammad ibn al-Muthanna – 772 hadis
- Qutaibah ibn Sa’d – 668 hadis
- Muhammad ibn Abd Allah ibn Numayr – 573 hadis
- Abu Kurayb Muhammad ibn al-Ala – 556 hadis
- Muhammad ibn Bashshar – 460 hadis
- Muhammad ibn Rafi al-Nisaburi – 352 hadis
- Muhammad ibn Hatim – 330 hadis
- Ali ibn Hajar al-Sa’di – 188 hadis
Mayoritas dari para guru tersebut juga merupakan guru bagi Imam al-Bukhari, kecuali Muhammad ibn Hatim. Imam Muslim sendiri pernah bertemu dan belajar kepada Imam al-Bukhari. Namun, pertemuan tersebut terjadi sekitar tahun 250 H, ketika al-Bukhari telah menyelesaikan kitab Sahih al-Bukhari. Oleh sebab itu, dalam Sahih Muslim, Imam Muslim tidak meriwayatkan hadis melalui al-Bukhari karena telah mencukupkan diri dengan karya gurunya tersebut.
Kitab Sahih Muslim dan Peredarannya
Imam Muslim mulai menyusun Sahih Muslim ketika usianya sekitar dua puluh sembilan tahun. Penyusunan kitab yang memuat sekitar 7.500 hadis ini diperkirakan berlangsung selama lima belas tahun. Hadis-hadis tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar tiga ratus ribu hadis yang diperolehnya dari berbagai guru.
Setelah selesai disusun, kitab ini ditransmisikan oleh Imam Muslim kepada para muridnya melalui proses pengajaran dan pembacaan. Jika dihitung dari tahun penyelesaian kitab tersebut, sekitar 250 H, hingga wafatnya pada 261 H, maka proses pembacaan dan transmisi kitab ini berlangsung selama kurang lebih sebelas tahun.
Menurut keterangan Ibn al-Salah, pada abad ke-7 H kitab ini telah dikenal luas di kalangan ulama. Hal yang sama juga ditegaskan oleh Imam al-Nawawi, seorang ulama besar yang kemudian menulis komentar (sharh) atas kitab tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa pada masa itu Sahih Muslim telah beredar secara luas di dunia Islam.
Dalam jaringan transmisi kitab ini, salah satu tokoh penting yang berperan dalam penyebarannya adalah Ibrahim ibn Sufyan al-Nisaburi (w. 308 H), salah satu murid dekat Imam Muslim. Pada periode berikutnya, kitab ini juga disebarkan oleh Ibrahim al-Juludi (w. 368 H) dan Muhammad ibn Yazid al-Adl.
Peredaran kitab ini semakin luas karena banyak ulama yang menulis karya komentar (sharh) atasnya. Menurut penelitian Muntasir Zaman, setidaknya terdapat sekitar lima puluh karya sharh yang ditulis untuk kitab ini. Di antara yang paling terkenal adalah karya Al-Minhaj fi Sharh Sahih Muslim yang ditulis oleh Imam al-Nawawi.
Perlu dicatat bahwa penyebaran teks Sahih Muslim, seperti halnya karya-karya klasik lainnya, pada awalnya dilakukan melalui penyalinan manuskrip. Barulah pada pertengahan abad ke-19 kitab ini mulai diproduksi secara massal melalui teknologi percetakan. Edisi cetak awalnya diterbitkan pada tahun 1849 M di Kalkuta oleh Aẓīm al-Dīn dan Ghulām Akbar, kemudian disusul edisi yang disertai syarah al-Nawawi di Delhi pada tahun 1853.
Transmisi ke Nusantara
Hingga kini belum ditemukan kajian yang secara pasti menjelaskan kapan dan siapa yang pertama kali membawa Sahih Muslim ke kawasan Nusantara. Selain itu, data mengenai manuskrip salinan kitab ini di wilayah tersebut juga masih tergolong terbatas.
Namun, jejak transmisi kitab ini dapat ditelusuri melalui jaringan sanad yang dicatat oleh Yasin al-Fadani, seorang ulama hadis terkemuka abad ke-20. Melalui karya sanadnya, al-Iqd al-Farid min Jawahir al-Asanid, terlihat bagaimana ulama Nusantara terhubung dengan jaringan ulama dunia dalam periwayatan kitab ini.
Dalam karya tersebut disebutkan bahwa jalur sanad Sahih Muslim yang dimiliki Shaikh Yasin bersambung melalui sejumlah ulama hingga sampai kepada penulisnya, yaitu Imam Muslim. Di antara tokoh penting dalam jaringan tersebut terdapat sejumlah ulama Nusantara, seperti Nawawi al-Bantani, Abd al-Samad al-Palimbani, dan Arshad al-Banjari.
Berdasarkan silsilah sanad tersebut, dapat diperkirakan bahwa salah satu penyebar awal kitab Sahih Muslim di kalangan ulama Nusantara adalah dua ulama asal Palembang, yaitu Hasan al-Din Jafar al-Falimbani dan Salih ibn Hasan al-Din al-Falimbani.
Singkatnya, melalui jaringan transmisi keilmuan semacam inilah Sahih Muslim tersebar ke berbagai wilayah dunia, termasuk Nusantara. Rantai sanad tersebut tidak sekadar menunjukkan hubungan guru dan murid, tetapi juga merepresentasikan mekanisme penting dalam sirkulasi teks hadis yang menghubungkan jaringan ulama global dengan ulama Nusantara.
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !