Aceh – Berdasarkan penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tahun 2020 terungkap bahwa Gen (generasi) Z merupakan generasi yang berpotensi besar terdampak paham Radikal.
“Generasi Z ini lahir dan tumbuh bersamaan dengan kemajuan teknologi, sehingga mereka terbiasa memanfaatkan berbagai teknologi tersebut untuk memenuhi dan juga memudahkan kehidupan mereka sehingga bukan mustahil cenderung lebih mudah terpapar paham radikal,” ungkap Rizkika Lhena L Darwin ,S.IP ,MA, salah satu pemateri pada kegiatan Edukasi Pencegahan Paham Radikal Bagi Pelajar di aula SMAN 8 Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu, 3 September 2022.
Lebih lanjut, Kabid Pengkajian dan Penelitian FKPT Aceh ini menjelaskan, selain faktor yang telah dibeberkan di atas, realitas lainnya yang harus dimaknai secara positif adalah saat menyikapi soal perbedaan.
“Ketika kita masih terganggu dengan perbedaan Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan itu bisa menjadi titik awal permasalahan toleransi,” ucap pengajar UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang akrab disapa “Bu Kika” ini.
Sebelumnya, Kabid Wasnas dan Penanganan Konflik Badan Kesbangpol Aceh Dedy Andrian saat membacakan laporan panitia penyelenggara menyebutkan Kegiatan Edukasi Pencegahan Paham Radikal Bagi Pelajar merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kesbangpol Aceh. Dalam proses kegiatan ini, kata Dedy, pihaknya selalu melibatkan anggota Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Aceh sebagai Narasumber.
“Ini adalah bentuk kemitraan kita dengan FKPT Aceh untuk melakukan pencegahan melalui pelibatan masyarakat,” ujar Dedy.
Pada kesempatan yang sama Kaban Kesbangpol Aceh Tengah, Sarwa Jalami menyampaikan pemuda dan pelajar harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari berbagai rongrongan dan ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Aceh Tengah, kegiatan Edukasi Pencegahan Paham Radikal dihadiri oleh sejumlah pelajar dan guru pendamping dari 3 SMAN di wilayah Aceh Tengah.
Leave a Review