Kabarumat.co – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengadakan sosialisasi tentang pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menangani tindakan terorisme yang terus berkembang.
Sosialisasi yang dihadiri oleh berbagai kalangan, termasuk aparatur pemerintahan, pelajar, dan mahasiswa, menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Wakil Ketua Komisi A DPRD DIY, Hifni Muhammad Nasikh, S.E., MBA., Satgas wilayah Densus 88 Anti Teror DIY, serta mantan narapidana terorisme, Khairul Bakhri.
Hifni Muhammad Nasikh mengungkapkan bahwa ancaman kekerasan ekstremisme terus meningkat, sehingga sosialisasi semacam ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman di masyarakat. Ia menegaskan bahwa Komisi A DPRD DIY bersama Bakesbangpol memiliki peran vital dalam upaya penanggulangan kekerasan ekstremisme di wilayah DIY.
“Ancaman dan potensi kekerasan yang muncul itu terus meningkat, sehingga kegiatan sosialisasi seperti ini menjadi hal yang fundamental agar timbul rasa aman dan nyaman,” ujar Hifni.
Di sisi lain, Bima, komisaris polisi dari Satgas wilayah Densus 88 Anti Teror DIY, menjelaskan tahapan terorisme yang dapat dengan mudah menjebak seseorang tanpa disadari. Menurut Bima, ada tiga tahapan dalam proses radikalisasi: dimulai dari paham intoleran, kemudian menjadi sikap radikal, hingga berujung pada tindakan teroris.
Bima juga menambahkan bahwa dalam dua tahun terakhir, Indonesia berhasil mencapai zero attack terorisme, yang menjadi prestasi penting berkat dukungan masyarakat terhadap ideologi perdamaian dan cinta tanah air.
“Dua tahun belakangan ini Indonesia teridentifikasi zero attack dari terorisme. Kami tidak bisa meraih prestasi ini tanpa dukungan dari semua unsur. Mari bersama-sama berani mencegah paham terorisme ini,” tambah Bima.
Pada kesempatan yang sama, Khairul Bakhri, seorang mantan narapidana terorisme, berbagi pengalamannya. Bakhri menceritakan bagaimana ia tanpa disadari terjerumus dalam paham terorisme sejak tahun 2006. Ia mengungkapkan bahwa perjalanan panjangnya membawa dirinya ke Malaysia dan Suriah untuk menyalurkan donasi pada tahun 2014, sebelum akhirnya ditangkap pada April 2021 dan menjalani rehabilitasi serta deradikalisasi selama 2,5 tahun.
Sosialisasi ini ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab, yang memberi kesempatan bagi peserta untuk mendalami lebih lanjut tentang pencegahan dan penanggulangan ekstremisme berbasis kekerasan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih sadar dan aktif dalam upaya mencegah terorisme dan ekstremisme di lingkungan sekitar mereka.
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !