Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Lapas Kelas 2A Kediri Bersama BNPT Lanjutkan Program Deradikalisasi Kepada Napiter

Kabarumat.co – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur melanjutkan program deradikalisasi kepada narapidana terorisme dengan menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Hal itu dilakukan untuk memberikan pembinaan lebih intensif terhadap HS, narapidana terorisme (napiter) asal Malang. Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Budi Ruswanto mengatakan, program deradikalisasi ini sangat penting untuk pembinaan terhadap napiter secara lebih intensif.

Ada empat orang dari BNPT yang memberikan pembinaan kepada napiter dengan fokus deradikalisasi, rehabilitasi, dan reintegrasi ke dalam masyarakat.

Pembinaan bertujuan untuk mengubah pemikiran dan perilaku napiter agar dapat kembali menjadi anggota yang produktif dalam masyarakat setelah menjalani masa hukuman di Lapas Kelas IIA Kediri.

“Upaya ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengawasan terhadap narapidana terorisme yang menjalani masa pidana di Lapas Kediri,” katanya, Rabu (15/4/2024).

Dengan adanya program ini, diharapkan akan mencegah adanya upaya radikalisasi atau rekrutmen terhadap narapidana lain di dalam Lapas. Oleh karenanya, kerja sama tersebut akan sangat bermanfaat bagi kami dalam meningkatkan pembinaan terhadap napiter.

Menurutnya, kunjungan rutin dari BNPT membuat Lapas Kelas 2A Kediri akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana mengatasi tantangan yang dihadapi oleh narapidana terorisme.

“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan dan mencegah terjadinya penyebaran ideologi terorisme di dalam lingkungan Lapas Kediri khususnya,” tambah Budi.

Sinergitas antara Lapas Kediri dan BNPT menjadi contoh kolaborasi yang efektif antara dua instansi pemerintah dalam upaya penanggulangan terorisme.

Sesuai arahan KaKanwil Kemenkumham Jawa Timur Heni Yuwono bahwa melalui sinergi ini, diharapkan pengawasan, pembinaan, dan pencegahan terhadap narapidana terorisme dapat dilakukan secara lebih baik dan terkoordinasi. Dengan demikian, keamanan negara dan keselamatan masyarakat dapat terjaga dengan lebih baik dalam menghadapi ancaman terorisme.

Saat ini Lapas Kediri menyisakan satu napi terorisme, HS asal Malang. Sebelumnya, ada dua napiter yang secara resmi menjalani bebas bersyarat yakni AS asal Kabupaten Gresik dan A asal Makassar.

AS dan W telah menjalani seluruh rangkaian pembinaan yang ada di Lapas Kelas IIA Kediri, baik dari pembinaan kepribadian dan kemandirian. Selain itu, mereka mengikuti pelatihan vokasi yang diadakan oleh Lapas Kediri dan sudah menjalani ikrar setia kepada NKRI dari hati nuraninya sendiri dihadapan para saksi dan institusi terkait.