Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Habib Rizieq Ngamuk, Tidak Terima Dicap Teroris, Radikalis, Pemecah Belah Bangsa

Habib Rizieq Ngamuk, Tidak Terima Dicap Teroris, Radikalis, Pemecah Belah Bangsa
Baca Artikel Ini

Jakarta – Mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab dalam ceramah terbarunya yang diunggah di Islamic Brotherhood TV, menyoroti fenomena yang berbalik.

Menurut dia, saat ini terjadi fenomena di mana perbuatan yang salah malah diberikan istilah yang diperhalus dan yang baik malah diberikan cap-cap yang buruk.

Ia pun memberikan contoh, seperti para ulama, ustadz hingga habaib yang melakukan pekerjaan mulia justru mendapat cap yang jelek.

“Ini namanya perang terminologi, saya minta kepada anda untuk jangan memberikan istilah-istilah yang bagus buat kejahatan. Jadi kalau ada koruptor, kadang-kadang istilah ‘koruptor’ nggak bikin orang jera saat ditangkap, sudah pakai baju oranye justru senyum, nggak ada beban difoto sebagai koruptor,” kata Habib Rizieq dalam video tersebut, seperti dilihat Senin (21/11/2022).

“Kata koruptor nggak bikin mereka jera, cari kalimat yang bikin mereka jera umpamanya ‘rampok uang rakyat’, ‘rampok negara‘, ‘begal ekonomi’. Nah itu kalau dikasih istilah yang begitu nanti orang jera, orang malu,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habib Rizieq menegaskan jika julukan jelek sangat berguna agar para pelaku jera. “Kadang dai atau ulama capek umat diajarin berkali-kali tetap saja pakai yang alus-alus, jangan. Karena mereka orang-orang jahat menjuluki ulama-ulama kita dengan julukan yang jelek-jelek ulama kita disebut teroris, ekstremis, radikalis. Istilah yang gak bagus (seperti) pemecah belah bangsa, intoleran,” tambah dia.

“Seenaknya mereka memberikan gelar kepada para ulama kita yang berdakwah dengan gelar-gelar jelek, yang nggak enak didengar. Mestinya kita yang memberikan gelar kepada para penjahat dengan gelar yang jelek, supaya yang belum jahat enggak jadi jahat, yang jahat itu kapok, jera dan kembali ke jalan Allah,” tegasnya.

“Kalaupun perang terminologi kita kalah akhirnya istilah mereka yang yang menyebar ke mana-mana. Istilah kita nggak dipakai, tetap saja kita harus melakukan perlawanan dalam bentuk jangan pernah menurunkan semangat juang kita dengan gelar jelek apapun,” pungkasnya.