Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Trump Umumkan Terobosan di Gaza, Hamas Tegaskan Pelucutan Senjata Menunggu Penarikan Israel

Trump Umumkan Terobosan di Gaza, Hamas Tegaskan Pelucutan Senjata Menunggu Penarikan Israel
Trump Umumkan Terobosan di Gaza, Hamas Tegaskan Pelucutan Senjata Menunggu Penarikan Israel

kabarumat.co – Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump mengumumkan bahwa Dewan Perdamaian (Board of Peace), sebuah organisasi internasional, telah resmi menyepakati perjanjian pelucutan senjata secara menyeluruh terhadap Hamas beserta kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.

“Hari ini, Dewan Perdamaian (Board of Peace) telah mencapai kesepakatan terkait pelucutan senjata secara menyeluruh (Complete Disarmament) terhadap Hamas dan seluruh kelompok bersenjata lainnya di Gaza,” tulis Trump melalui akun Instagram resmi Gedung Putih, pada Jumat (31/7/2026).

Trump menyebut kesepakatan yang menjadi bagian dari Trump 20-Point Plan tersebut sebagai tonggak penting dalam upaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan di Gaza. Menurutnya, langkah itu juga menjadi fondasi krusial bagi pembentukan pemerintahan baru Palestina.

“Kesepakatan ini menjadi tonggak bersejarah dalam mewujudkan perdamaian dan keamanan yang berkelanjutan. Langkah tersebut juga dinilai penting agar Gaza nantinya dapat berada di bawah pemerintahan baru Palestina,” ujar Trump.

Ia menjelaskan, proses penarikan pasukan Israel akan dilakukan secara bertahap bersamaan dengan pelucutan senjata. Pada saat yang sama, Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force) serta kepolisian baru Palestina akan mulai dikerahkan untuk menjaga stabilitas dan keamanan di wilayah Gaza.

Trump menjelaskan bahwa implementasi kesepakatan akan dilakukan secara bertahap melalui sejumlah fase yang telah dirancang secara sistematis. Setelah proses pelucutan senjata rampung, pasukan Israel disebut akan ditarik dari Jalur Gaza. Selanjutnya, keamanan wilayah akan diambil alih oleh Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force) bersama kepolisian baru Palestina guna menjaga stabilitas bagi warga Gaza maupun negara-negara di sekitarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas peran mereka sebagai mediator dalam proses perundingan. Trump menegaskan, Amerika Serikat akan mengawasi secara ketat pelaksanaan kesepakatan tersebut agar ancaman keamanan dari Gaza seperti peristiwa 7 Oktober tidak kembali terjadi.

“Ancaman yang berasal dari Gaza pada 7 Oktober tidak boleh terulang lagi. Melalui kesepakatan ini, Gaza pada akhirnya akan berada di bawah pemerintahan baru Palestina yang mengutamakan kepentingan rakyatnya,” tegas Trump.

Sementara itu, Hamas menegaskan bahwa mereka tidak akan memulai proses pelucutan senjata sebelum seluruh pasukan Israel ditarik sepenuhnya dari Jalur Gaza. Anggota delegasi perunding Hamas, Ghazi Hamad, menyatakan bahwa implementasi pelucutan senjata baru dapat dilakukan apabila Israel terlebih dahulu memenuhi seluruh kewajibannya sesuai isi kesepakatan.

“Hamas tidak akan memulai proses pelucutan senjata sebelum pasukan Israel benar-benar keluar dari Jalur Gaza dan semua kewajiban Israel dipenuhi,” ujar Hamad, seperti dikutip dari Anadolu Ajansi, Jumat (31/7/2026).

Hamad mengakui bahwa proses negosiasi berlangsung sangat kompleks dan penuh tantangan. Kendati demikian, Hamas tetap berkomitmen melanjutkan perundingan guna memperjuangkan hak-hak dasar rakyat Palestina. Ia juga memberikan apresiasi kepada Mesir, Qatar, dan Turki yang terus memediasi pembicaraan hingga tercapainya kesepakatan.

Berdasarkan laporan Al Jazeera, Hamas pada prinsipnya telah menyetujui kesepakatan pelucutan senjata. Namun, Hamad menegaskan bahwa pelaksanaan perjanjian tetap bergantung pada komitmen Israel dalam memenuhi seluruh kewajibannya.

“Israel tidak boleh mencampuri proses pelucutan senjata ini. Tugas tersebut akan dijalankan oleh komite nasional,” kata Hamad, dikutip dari Al Jazeera, Jumat (31/7/2026).

Di sisi lain, sejak gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, serangan Israel dilaporkan masih menewaskan sedikitnya 1.100 warga Palestina. Israel juga disebut terus membatasi distribusi bantuan kemanusiaan serta memperluas kawasan yang dikenal sebagai “Garis Kuning” di Gaza. Sejumlah pengamat menilai langkah-langkah tersebut berpotensi bertentangan dengan komitmen dalam rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump.