Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Dari Kampus ke Dunia: Akademisi Muslim dan Misi Perdamaian Global

kabarumat.co – Jakarta – Kementerian Agama RI mendorong para akademisi di perguruan tinggi Islam untuk lebih aktif menghasilkan gagasan dan konsep keislaman. Upaya ini dipandang sebagai bentuk kontribusi umat Islam dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen pemikiran dari luar, melainkan harus mampu menawarkan konsep dan solusi yang dibutuhkan negara lain. Hal itu disampaikan dalam Seminar Internasional di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (27/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa rangkaian seminar internasional yang diselenggarakan di empat perguruan tinggi Islam bertujuan mengelaborasi dan menguatkan gagasan Presiden Prabowo mengenai solusi dua negara dalam konflik Palestina–Israel. Keempat kampus tersebut adalah UIN Alauddin Makassar, UIN Sumatera Utara, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Kita tidak ingin gagasan presiden justru lebih dulu ditindaklanjuti oleh negara lain. Saat ini Turki, Arab Saudi, dan Mesir sudah mulai merespon,” ujarnya kepada para jurnalis.

Ia menambahkan bahwa tiga kampus pertama diberikan mandat untuk mengkaji isu-isu tertentu, sedangkan UIN Syarif Hidayatullah ditugasi menyusun policy brief yang akan disampaikan kepada Presiden melalui Kementerian Luar Negeri. “Penutupnya hari ini, UIN Syarif Hidayatullah akan merumuskan artikulasi yang lebih matang dan konkret,” kata Menteri Kabinet Merah Putih tersebut.

Sebelumnya, ia juga memaparkan sejumlah keunggulan umat Muslim Indonesia dibanding negara lain dalam kontribusi menuju perdamaian global, mulai dari besarnya populasi, keseragaman mazhab dan teologi, hingga keberagaman budaya serta tradisi.

Ia juga menegaskan bahwa perguruan tinggi, sebagai institusi pendidikan, memiliki tanggung jawab untuk turut menyelesaikan persoalan masyarakat. “Kami tidak ingin kampus UIN ini menjadi menara gading yang hanya sibuk dengan urusannya sendiri,” ujarnya.

Sebagai informasi, pada September 2025 Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan pidato di Sidang Umum PBB ke-80 di New York, di mana ia mengajukan gagasan solusi dua negara untuk menyelesaikan konflik Palestina–Israel.