Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

India Serukan Perlawanan Global terhadap ISIS dan Al Qaeda di Sidang PBB

India Serukan Perlawanan Global terhadap ISIS dan Al Qaeda di Sidang PBB

kabarumat.co – India mengajak komunitas internasional untuk memperkuat persatuan dalam menghadapi kelompok teroris seperti ISIS, Al Qaeda, serta jaringan proksi yang terkait dengan mereka. Pemerintah India menilai terorisme sebagai ancaman serius yang dapat mengganggu keberlangsungan perdamaian dan stabilitas keamanan global.

Seruan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Pertama Perwakilan Tetap India untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Raghoo Puri, saat pengarahan tahunan tingkat duta besar yang diselenggarakan oleh United Nations Office of Counter-Terrorism (UNOCT) bagi negara-negara anggota pada Rabu, 4 Maret.

Dalam pernyataannya, Puri menegaskan bahwa terorisme merupakan ancaman mendasar bagi keamanan internasional karena tidak mengenal batas negara, kebangsaan, maupun ras. Oleh karena itu, menurutnya, tantangan tersebut hanya dapat dihadapi melalui kerja sama kolektif masyarakat internasional.

Pada kesempatan itu, Puri juga menyinggung serangan teror yang terjadi pada April 2025 di kawasan wisata Pahalgam, Jammu dan Kashmir. Serangan tersebut dilakukan oleh kelompok The Resistance Front yang disebut sebagai jaringan proksi dari Lashkar-e-Taiba, organisasi berbasis di Pakistan yang telah masuk dalam daftar kelompok teroris PBB.

Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 26 wisatawan. Menurut Puri, insiden itu menunjukkan bahwa ancaman terorisme masih nyata dan memerlukan respons global yang lebih kuat. Ia kembali menegaskan perlunya langkah bersama untuk melawan ISIS, Al Qaeda, dan jaringan proksi mereka.

Puri juga menambahkan bahwa India memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi terorisme lintas batas selama hampir tiga dekade. Pengalaman tersebut membuat India memahami secara mendalam dampak sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang ditimbulkan oleh aksi teror, terutama bagi para korban.

Sebagai negara yang telah lama terdampak oleh terorisme lintas batas, lanjutnya, India sangat menyadari besarnya beban sosial dan kemanusiaan yang ditanggung akibat aksi terorisme.

Dalam forum tersebut, India juga menyoroti pentingnya Global Counter-Terrorism Strategy (GCTS) sebagai kerangka utama untuk memperkuat kerja sama multilateral dalam upaya memerangi terorisme di tingkat global.

Puri menegaskan bahwa India akan terus menunjukkan komitmen dan berperan aktif dalam proses konsultasi menjelang peninjauan ke-9 strategi tersebut. Ia juga menyampaikan dukungan penuh kepada Finlandia dan Maroko yang bertindak sebagai co-facilitator dalam proses perundingan tersebut.

Lebih lanjut, Puri menyoroti peran India ketika menjabat sebagai Ketua Counter Terrorism Committee (CTC) pada tahun 2022. Ia menjelaskan bahwa selama masa kepemimpinan tersebut, India berupaya memperkuat prinsip kerja sama internasional dalam arsitektur kebijakan kontra-terorisme PBB serta dalam berbagai diskusi terkait isu terorisme di organisasi itu.

Menurut Puri, berbagai inisiatif lanjutan yang dilakukan India, baik di New York maupun di berbagai wilayah dunia, mencerminkan keseriusan negara tersebut dalam mendukung upaya global memerangi terorisme.

Salah satu langkah penting yang dihasilkan adalah “Delhi Declaration”, sebuah dokumen yang dirancang untuk menanggapi penyalahgunaan teknologi baru dan teknologi yang sedang berkembang oleh kelompok teroris. Puri menyebutkan bahwa isu tersebut kini menjadi perhatian utama bagi banyak negara anggota PBB.

Pada Oktober 2022, Komite Kontra-Terorisme Dewan Keamanan PBB yang saat itu dipimpin oleh India mengadakan pertemuan khusus di New Delhi dan Mumbai dengan tema utama “Menangkal Penggunaan Teknologi Baru dan Teknologi yang Sedang Berkembang untuk Tujuan Terorisme”.

Pertemuan tersebut menghasilkan adopsi “Delhi Declaration” sebagai pedoman internasional dalam menghadapi potensi pemanfaatan teknologi modern oleh jaringan teroris.

Di akhir pernyataannya, Puri menegaskan bahwa India akan terus memperkuat kerja sama dengan PBB melalui berbagai badan dan mekanisme yang ada untuk membantu meningkatkan kapasitas negara-negara mitra dalam menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang. Ia menekankan bahwa kolaborasi tersebut penting guna memastikan kesiapan global dalam menghadapi dinamika ancaman teror di masa depan.