Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Suara Indonesia untuk Palestina: Kiprah Prabowo di Medan Kemanusiaan dan PBB

kabarumat.com – Presiden RI Prabowo Subianto telah menunjukkan komitmen aktif dalam mendorong penyelesaian konflik di Gaza serta mendukung kedaulatan Palestina, bahkan sejak masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta pada Minggu, upaya tersebut membuahkan hasil nyata, di mana Israel dan Hamas sepakat mengakhiri peperangan dan membebaskan para sandera melalui jalur diplomasi internasional.

Selama menjabat sebagai Menhan, Prabowo secara konsisten menghadiri berbagai forum global guna menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, sebagaimana diberitakan oleh Antara pada Senin (13/10/2025).

Dalam forum IISS Shangri-La Dialogue 2024 yang berlangsung di Hotel Shangri-La, Singapura, pada 1 Juni 2024, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap berkomitmen memberikan dukungan kepada rakyat Gaza.

Prabowo saat itu menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza, asalkan mendapat persetujuan dari semua pihak terkait. Ia juga menegaskan kesediaan Indonesia mengevakuasi dan merawat warga Palestina yang terluka di rumah sakit Indonesia, bahkan menyebut kesiapan mengevakuasi hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika kondisi memungkinkan. Selain itu, pada 11 Juni 2024, Prabowo turut hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Call for Action: Urgent Humanitarian Response for Gaza yang digelar di Amman, Yordania.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia memandang kemerdekaan Palestina sebagai kunci utama dalam menyelesaikan konflik di Gaza. Ia menekankan bahwa meskipun Indonesia siap berkontribusi dalam berbagai upaya kemanusiaan, solusi dua negara tetap menjadi satu-satunya jalan agar Palestina dan Israel dapat hidup berdampingan secara aman dan damai. Komitmen ini terus berlanjut bahkan setelah ia menjabat sebagai Presiden.

Pada Desember 2024, Presiden Prabowo bertemu dengan Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi untuk menegaskan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan pentingnya solusi dua negara. Selanjutnya, pada April 2025, Prabowo juga melakukan pertemuan dengan Presiden Uni Emirat Arab, Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), di Istana Qasr Al Shatie, Abu Dhabi.

Palestina, peran strategis negara-negara Arab, serta pentingnya memperkuat solidaritas kawasan. Pada April 2025, Prabowo juga menyampaikan pidato di hadapan Parlemen Turki di Ankara, di mana ia menyerukan kerja sama antarnegara yang menjunjung tinggi keadilan global. Di bulan yang sama, dalam forum Antalya Diplomacy Forum (ADF) 2025, Prabowo menyampaikan kritik tajam terhadap negara-negara adidaya yang dinilainya gagal menepati janji mereka kepada negara-negara berkembang.

“Situasi di Gaza menunjukkan bahwa banyak negara besar yang selama ini menjunjung nilai-nilai luhur, kini justru dipandang gagal oleh banyak masyarakat di belahan bumi selatan,” ucapnya dalam sesi ADF Talk.

Saat menyampaikan pidato pada Sidang Umum PBB ke-80 di New York pada 23 September 2025, Prabowo kembali menegaskan dukungan penuh Indonesia terhadap solusi dua negara sebagai satu-satunya jalan menuju perdamaian yang berkelanjutan. Ia menyoroti pentingnya pengakuan atas kedaulatan Palestina sekaligus penjaminan keamanan bagi Israel.

“Kita harus mewujudkan Palestina yang merdeka, namun pada saat yang sama tetap menghormati dan memastikan keselamatan Israel. Hanya dengan prinsip itu, perdamaian sejati dapat tercapai. Solusi dua negara adalah satu-satunya jalan,” ujar Prabowo.

Setelah melalui berbagai konflik dan upaya diplomasi global selama bertahun-tahun, Hamas dan Israel kini akhirnya mencapai kesepakatan damai.

Kesepakatan tersebut meliputi pembebasan puluhan sandera yang masih hidup oleh Hamas, pembebasan hampir 2.000 tahanan Palestina, penarikan pasukan Israel dari wilayah tertentu, serta kelanjutan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Ribuan warga Palestina mulai kembali ke kampung halaman mereka, meskipun banyak rumah telah rata dengan tanah. Rekaman video dan foto yang tersebar memperlihatkan momen haru saat warga berjalan kaki menuju Gaza, dengan beberapa di antaranya meneteskan air mata saat adzan berkumandang—sebuah momen yang merepresentasikan kebebasan dan harapan baru. Sejumlah area di Gaza pun mulai ditinggalkan oleh pasukan Israel sebagai bagian dari pelaksanaan kesepakatan damai.