Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

HTI Kembali Bangkit, Loyalis Ganjar Pertanyakan Rezim Prabowo

Kabarumat.co – Organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dikabarkan kembali muncul di beberapa daerah di Indonesia. Padahal, organisasi politik pan-Islamis ini semoga dibubarkan pada 8 tahun yang lalu atau 2017 silam. Sempat viral video sejumlah aksi yang mengibarkan bendera HTI di sejumlah daerah seperti Yogyakarta, Palembang dan Surabaya. 

Pemerhati sosial dan politik, Jhon Sitorus memberikan sorotan. “Lagi rame soal HTI dan khilafah yang mulai subur di rezim ini,” kata Jhon dalam akun X, pribadinya, Senin, (3/1/2025). 

Dia mengaku mengingat Mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, tokoh yang selalu konsisten melawan HTI, FPI dan PKI secara tegas dan tidak kenal kompromi. “Ganjar  bahkan pernah memecat 7 kepala sekolah yang berafiliasi dengan khilafah dan radikalisme,” tuturnya.

Sayangnya kata dia, negara ini memilih diam dan kalah dengan paham radikal sehingga seolah-olah dibiarkan berkembang biak. “Baru 3 bulan rezim ini, bendera Khilafah sudah berani eksis dimana-mana. Jika bukan karena diizinkan atau ada ‘pembiaran’, lalu atas dasar apa mereka berani eksis?,” lanjut loyalis Ganjar ini.

Dikatakan, ada simbiosis mutualisme antara eksistensi mereka dan diamnya rezim ini. “Ya, sekarang kita mulai merasakan dampaknya. Bukan tidak mungkin, mereka akan mengulang kembali acara di GBK tahun 2013 yang lalu. Kapan? Tidak akan lama lagi,” tandas pegiat media sosial ini.

Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat GP Ansor, A. Rifqi Al Mubarok menyatakan, Negara sedang tidak baik-baik saja. Surabaya, dan kota-kota besar lainnya, HTI kembali bebas bertelanjang mengasong Ideologi Khilafah Tahririyahnya. “Mereka membajak semangat-semangat beragama, membajak isu Palestina untuk menegasikan bahwa, tidak apa-apa kami dibubarkan pemerintah, toh kami masih bebas-bebas saja melakukan propaganda Ideologi kami. Haha,” kata A. Rifqi.

Dia menyebut HTI membajak Isra’ Mi’raj dengan melakukan pembelaan pada Palestina, namun menurutnya itu omong kosong belaka. “Silakan kepolisian ketika ada Long march HTI, apa yang mereka teriakkan? Yap, hanya tegakkan Khilafah dan propaganda perang umat muslim di Palestina. Sekali lagi, Perang!! HTI membual, palestina akan merdeka dengan Khilafah ala HTI ditegakkan, lalu bersama sama berperang,” ungkapnya.

Padahal, lanjut dia Timur Tengah hancur gara-gara propaganda Hizb Tahrir soal penegakan Khilafah. Dia menegaskan bahwa sikap kita sama tentang pembelaan terhadap Palestina, namun negara diam dan membiarkan HTI. “Tidak hanya Longmarch, bahkan bedah buku HTI diliput oleh TVRI kemarin, setelah viral, baru minta maaf dan dinonaktifkan sementara penanggung jawabnya. HTI hari-hari ini masif melakukan Propaganda terbuka, baik aksi darat dan propaganda medsos sangat gencar, lalu kenapa dibiarkan?,” ujarnya.

“Cita-cita HTI lebih dari makar, jika makar ingin mengganti pemerintahan yang sah, namun HTI ingin merusak rumah besar kita sebagai sebuah entitas negara bangsa. Mohon perhatian @DivHumas_Polri dan Bapak Kapolri Jenderal @ListyoSigitP,” pungkasnya.