Mengambil kesempatan dalam kesulitan adalah peribahasa yang tepat dinisbahkan bagi kelompok teroris pada masa-masa pandemi Covid-19 dan bencana lain yang melingkupi negeri kita. Sudah menjadi hal yang mafhum bahwa kelompok teroris terus konsisten dalam upaya-upaya mulai dari radikalisasi sampai perencanaan aksi serangan teror. Hal ini juga dibuktikan dengan rangkaian penangkapan terduga teroris oleh Densus 88 dari berbagai level dan latar ...

Secara ideologi, Belanda dikenal sebagai negara liberal, dengan penduduk yang umumnya menganut agama Kristen. Gambaran ini tidaklah salah, namun harus diingat bahwa situasinya berubah dari masa ke masa. Menurut satu catatan, pada pertengahan abad ke-19 hanya ada tiga (denominasi) agama yang dipeluk warga Belanda, yakni Protestan, Calvinis, dan Katolik. Di awal tahun 2000-an, terjadi pergeseran. Di samping ketiga denominasi di ...

Berbicara tentang hoaks dalam Islam, di zaman milenal ini sarana informasi berkembang dengan pesat dengan berbagai jenis media dan platform sebagai alat untuk menyebarkan berbagai informasi maupun berita-berita terbaru dan terupdate. Informasi tersebut dapat diakses melalui media digital seperti Handphone, televisi dan media-media teknologi lainnya. Oleh sebab itu di zaman sekarang berbagai kabar, berita, maupun kontroversi dapat di akses dengan ...

“Teologi yang tidak kontekstual bukanlah teologi”, demikian Eka Darmaputera menulis dalam Konteks Berteologi di  Indonesia (2004). Baginya, seorang teolog yang cerdas akan selalu dibuat resah dan gelisah oleh tantangan-tantangan sosial yang berkembang di sekitarnya.  Itulah yang barangkali dialami Nurcholish Madjid, sebagai seorang teolog di satu sisi, kala dirinya gundah menilik kenyataan umat Islam sebagai kelompok mayoritas yang terpinggirkan. Melalui karya-karya ...

Saya dan sebagian pembaca mungkin bukanlah orang yang pantas untuk mengomentari wacana yang dilemparkan seorang keturunan Habib dan Habaib. Namun demikian, kalau kita limpahkan secara riil pada tafsir Al-Qur’an tidak ada pembeda di antara kita dan keturunan siapapun. Kecuali hanya nilai takwa. Dan masih banyak sederet argumen lainnya untuk mendongkel kelaziman hierarkitas keturunan di dalam Islam. Sikap benar dan salah ...

Terorisme di Indonesia, yang masifnya sudah setua Reformasi, tetap menjadi momok yang teramat menakutkan. Berbagai aksi teror, dengan kekuatan beragam, masif dan fluktuatif, menyita perhatian aparat dengan intensitas yang melelahkan. Kelompok teror, seperti Jemaah Islamiyah (JI), Jemaah Ansharut Daulah  (JAD), dan lainnya, selalu saja menemukan celah infiltrasi. Teroris yang kerap kali selangkah lebih maju seperti tak sporadis, tetapi punya manajemen ...

Kata radikal mungkin tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Dilansir dari laman kbbi.kemdikbud.go.id, radikalisme berasal dari kata radikal yang berarti secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip), amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan), maju dalam berpikir atau bertindak. Sementara itu, radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan. Dari paham radikal inilah muncul kegiatan ...

Radikalisme sangat  berbahaya dan bahkan sudah tersebar di lingkungan pendidikan. Kita wajib mewaspadainya dan berusaha agar paham tersebut tidak meracuni pikiran peserta didik maupun pengajar. Kelompok radikal tak hanya menancapkan kukunya lewat kaderisasi secara langsung, tetapi juga secara halus. Bahkan mereka sudah mengincar lingkungan pesantren dan pendidikan, karena tahu bahwa generasi muda adalah sasaran empuk radikalisme. Hal ini tentu berbahaya karena merekalah calon pemimpin ...

Pondok-pondok yang mengedarkan paham khilafah kembali berdiri. Kini ia berdiri di Purwakarta. Sebuah pondok kecil bernama pondok tahfidz Ukhuwah Karawang. Pondok Pesantren Tahfidz Al Ukhuwah Karawang, diresmikan pada tanggal 6 Dzulqoidah 1438H. Lokasinya tepat di RT 07/03, Desa Wanakerta, Kecamatan Bungursari – Purwakarta. Maksud tujuan pondok Pesantren Tahfidz Al Ukhuwah ini ingin dijadikan tempat pendidikan yang bisa menampung keinginan warga ...

“Ada sikap jera kepada keyakinan (atau ketakaburan) sains dan teknologi yang mengklaim bisa memecahkan segala persoalan. Tiap zaman memang butuh penangkal, sebab pengalaman mengajarkan, sejarah selalu bergerak (katakanlah ‘korban’) dengan membawa korban”. Begitu Goenawan Mohamad memberikan sebuah pengantar untuk buku terbaru F. Budi Hardiman, Aku Klik Maka Aku Ada, dalam Catatan Pinggir-nya, Tempo, 13-19 September 2021. Penggalan pengantar masygul itu ...