Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Sehat dan Bugar di Bulan Ramadan: Panduan Olahraga dan Pola Makan yang Benar

Sehat dan Bugar di Bulan Ramadan: Panduan Olahraga dan Pola Makan yang Benar

kabarumat.co – Berpuasa dapat berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh dan berkurangnya massa otot akibat perubahan pola makan serta minimnya asupan protein dan nutrisi penting lainnya. Oleh sebab itu, olahraga tetap dianjurkan selama Ramadan untuk menjaga kebugaran, mempertahankan massa otot, mendukung proses detoksifikasi, dan membantu mengontrol berat badan.

Praktisi kesehatan dari Home Gym Rembang, Lela Ardilah Rusman, menyampaikan bahwa aktivitas fisik saat berpuasa turut memengaruhi stamina dalam menjalani aktivitas sehari-hari. “Waktu terbaik untuk berolahraga adalah sebelum berbuka puasa, terutama ketika kadar gula darah dalam tubuh sedang rendah,” ujar Lela, Jumat (20/2/2026).

Lela menjelaskan bahwa ada dua waktu yang efektif untuk berolahraga di gym saat berpuasa, yaitu sore menjelang berbuka dan setelah salat tarawih. Pilihan waktu ini sebaiknya disesuaikan dengan tujuan masing-masing. Bagi yang ingin menurunkan berat badan, olahraga sebelum berbuka lebih dianjurkan, sedangkan bagi yang ingin menambah berat badan atau membangun massa otot, waktu terbaik adalah setelah tarawih.

Mengenai asupan nutrisi, Lela mendorong konsumsi protein yang cukup saat sahur dan berbuka, dipadukan dengan sayuran dan vitamin untuk mendukung daya tahan tubuh. Ia menekankan bahwa kebutuhan protein setiap individu berbeda, sehingga harus disesuaikan dengan tinggi dan berat badan untuk menghitung kebutuhan kalori secara tepat. “Setiap orang asupan nutrisinya berbeda-beda. Jadi harus disesuaikan antara tinggi badan dan berat badan untuk perhitungan kalorinya,” jelasnya.

Untuk pemula yang ingin membentuk massa otot, Lela tidak menyarankan langsung mengonsumsi suplemen. Sebaliknya, fokus sebaiknya pada makanan alami (real food) seperti telur, sayuran hijau, buah-buahan, serta camilan sehat dari kacang-kacangan.

Selain memperhatikan nutrisi, Lela juga menekankan pentingnya tidur yang cukup. Ia menjelaskan bahwa pemulihan tubuh merupakan tahap krusial dalam proses pembentukan massa otot, meskipun durasi tidur malam selama Ramadan sering berkurang karena sahur. “Penting untuk selalu memperhatikan kondisi tubuh. Jika merasa lemas dan tidak memungkinkan untuk berolahraga, sebaiknya jangan memaksakan diri dan berikan waktu untuk beristirahat,” tuturnya.