Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Ibu: Kasih Sayang Tanpa Batas

Nasionalisme Bukan Sekadar Barat: Soekarno dan Akar Jawanya
Nasionalisme Bukan Sekadar Barat: Soekarno dan Akar Jawanya

kabarumat.co – Sejak seorang anak masih berada dalam kandungan, orang tuanya—terutama sang ibu—telah lebih dahulu menjalankan tanggung jawab besar yang dilandasi oleh kasih sayang. Ibu menanggung beratnya masa kehamilan, menghadapi risiko besar saat melahirkan, lalu terus menyusui, mengasuh, mendidik, bahkan mencukupi kebutuhan anak hingga dewasa.

Semua pengorbanan itu adalah bentuk cinta tanpa syarat yang diberikan orang tua kepada anak.

Dalam hubungan yang saling berbalas, anak tak memiliki pilihan lain selain memuliakan dan menghormati kedua orang tuanya. Tapi, seperti apa bentuk penghormatan itu sebenarnya? Bagaimana cara memahami makna ketaatan kepada orang tua?

Jawabannya sangat jelas. Menghormati orang tua tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata: memperlakukan mereka dengan baik, mendoakan, memenuhi kebutuhan serta permintaan mereka selama tidak bertentangan dengan syariat atau akal sehat, dan menaati perintah mereka. Semua ini adalah bentuk penghargaan atas pengorbanan besar yang telah mereka lakukan.

Durhaka

Tak mengherankan bila Islam menganggap durhaka kepada orang tua sebagai dosa besar. Dalam karya Pertautan Teks dan Konteks dalam Muamalah, Dr. Faqihuddin Abdul Kodir menegaskan bahwa hubungan timbal balik antara anak dan orang tua adalah hal yang tidak bisa dinegosiasikan.

Nabi Muhammad SAW pernah menyebutkan mengenai dosa besar ketika ditanya, dan beliau menegaskan, “Menyekutukan Allah, durhaka kepada orang tua, membunuh, dan memberikan kesaksian palsu.” (HR. al-Tirmidzi).

Dalam hadis lain, beliau juga memperingatkan bahwa durhaka kepada orang tua termasuk perbuatan haram, bahkan bisa menyebabkan seseorang wafat dalam keadaan su’ul khatimah—akhir hidup yang buruk dan tidak diridhai Allah.

Meskipun begitu, ketaatan kepada orang tua tidaklah bersifat mutlak tanpa syarat. Seorang anak wajib menaati selama perintah orang tua tidak bertentangan dengan ajaran agama, tidak menyuruh pada kemaksiatan, atau tidak mengarah pada ketidakadilan.

Hal ini karena ketaatan hanya berlaku dalam urusan yang ma’ruf—yakni segala hal yang benar dan baik. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada ketaatan dalam hal maksiat kepada Allah. Ketaatan hanya ada dalam hal yang baik.” (HR. Abu Dawud, dari Abi Abdurrahman as-Sulami dan Ali RA).

Dengan demikian, hubungan antara orang tua dan anak seharusnya dibangun di atas dasar kasih sayang dan rasa hormat yang tulus. Orang tua telah lebih dahulu menunjukkan cinta melalui berbagai bentuk pengorbanan, maka anak pun patut membalasnya dengan penghormatan, kepatuhan, dan bakti—selama semua itu tetap berada dalam batas yang diridhai oleh Allah SWT.