HTI tak benar-benar mati. Ia hidup sampai detik ini. kehidupan HTI ditandai dari eksisnya dakwah keagamaan HTI yang tetap digelorakan oleh beberapa tokoh simpatisan HTI, termasuk munculnya beberapa yayasan yang dikelolanya.
Salah satunya adalah gerakan dakwah yang dilakukan oleh ustaz Muhammad Fatih Karim. Ustaz kelahiran Medan ini, ia makin eksis di panggung-panggung keagamaan. Ia menggandeng beberapa tokoh, pejabat negara, pembisnis, dan juga artis.
Banyak pejabat-pejabat yang bekerjasama dengannya. Juga banyak artis-artisnya yang sudi menjadi patner dakwahnya. Strategi yang Fatih lakukan adalah dengan melalui garakan cinta Al-Qur’an.
Kamumflase HTI
Sekarang, Fatih menjabat sebagai Founder dan CEO sebuah perusahaan Event Organizer yang mumpuni khususnya di dalam dakwah dan yayasan Al-Qur’an. Tak hanya melakukan dakwah dan memperkenalkan Al-Qur’an kepada kaum urban. Tapi ia juga menyebarkan ideologi-ideologi HTI melalui gerakan cinta Al-Qur’an ini.
Di dalam riwayatnya, Fatih ini sangat fanatik terhadap HTI. Ia begitu cinta terhadap ajaran-ajaran dan tradisi yang ada di HTI. Sampai akhirnya, dari kegigihan tersebut, ia terus belajar dan menjadi orang yang dipentingkan di dalam jajaran pengurus HTI.
Apa yang menjadi doktrin dalam setiap gerakan dakwahnya? Tidak ada lain selain HTI itu. Namun begitu, Fatih ini begitu pintar dalam berkamumflase. Dia bisa berkelit untuk tidak diketahui misi dan identitas yang sebenarnya. Maka itu, sampai sekarang Fatih ini terus melenggang dan dapat menjamah ke beberapa lapisan pejabat dan masyarakat umum.
Memakai Strategi Siap Pakai
Di dalam dakwahnya, ia juga memberikan penyikapan dengan nuansa gaul dan modern. Ia juga memberikan cara-cara yang praktis ketika menerangkan agama. Dia mensosialisasikan agama siap pakai. Seperti metode HTI, agama-agama yang dipesankan wajib berkibat kepada tokoh-tokoh HTI.
Kita tahu, HTI didirikan sebagai gerakan harokah Islam. Gerakan ini bertujuan untuk mengembalikan kaum muslim kepada hukum-hukum Islam. Hukum-hukum Islam ini harus menaungi hukum negara. Kendati bagi HTI, negara harus diatur oleh hukum Islam, yakni undang-undang dan hukumnya harus sesuai dengan tuntunan syariat Islam, versi HTI.
Bahkan doktrinnya harus memusuhi dan menghancurkan Barat. Termasuk menghancurkan sistem-sistem yang diperoleh dari perasan-perasan ilmu Barat dan ijtima ulama. Menurut HTI, Islam dan pemerintahan yang benar hanyalah pemerintahan Allah, Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin. Mereka menyebutnya khilafah Islamiyyah.
Leave a Review