Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Edukasi Sukuk: UPN Veteran Gandeng Pengurus Masjid Kementerian dan BUMN

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, UPN "Veteran" Jakarta Gelar Sosialisasi Investasi Sukuk untuk Pengurus Masjid Kementerian dan BUMN

Kabarumat.co – Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki potensi besar dalam pengembangan keuangan syariah. Namun, rendahnya literasi masyarakat terhadap instrumen keuangan syariah, terutama sukuk, menjadi tantangan utama. Menjawab persoalan ini, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi dan edukasi mengenai investasi sukuk yang menyasar para pengurus masjid di lingkungan kementerian, lembaga, dan BUMN.

Kegiatan bertajuk “Sosialisasi dan Edukasi Investasi Sukuk Bagi Pengurus Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN” ini berlangsung secara daring melalui Zoom, pada Sabtu, 14 Juni 2025, pukul 09.00–12.00 WIB. Acara diikuti oleh 218 peserta dari wilayah Jabodetabek.

Dalam pemaparannya, Reza Sadat Shahmeini, S.E., M.M., selaku narasumber sekaligus Spesialis Pengembangan Produk Syariah dari Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan pentingnya instrumen sukuk sebagai bagian dari keuangan syariah yang etis dan sesuai prinsip Islam. “Sukuk bukan sekadar alternatif, melainkan solusi investasi yang aman, produktif, dan berlandaskan prinsip syariah. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaannya dengan obligasi konvensional,” ujar Reza.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2023, tingkat literasi masyarakat Indonesia terhadap keuangan syariah masih sangat rendah, yakni hanya 12%. Artinya, dari 100 orang, hanya 12 yang benar-benar memahami konsep dan produk keuangan syariah. Hal ini menjadi penyebab rendahnya minat terhadap investasi sukuk.

“Dengan penduduk Muslim mencapai lebih dari 244 juta jiwa, atau 87,06% dari total populasi, seharusnya Indonesia bisa menjadi pemimpin dalam industri keuangan syariah global,” ujar Airlangga Surya Kusuma, S.E., M.Sc., dosen S1 Manajemen FEB UPN “Veteran” Jakarta yang turut menjadi panitia kegiatan.

Selain Airlangga, tim pengabdian UPN “Veteran” Jakarta juga melibatkan sejumlah akademisi dari berbagai jurusan, di antaranya Faizi, S.E.I., M.Si., Ph.D. (Ekonomi Syariah), Dr. Purwanto Widodo, S.Si., M.M. (Ekonomi Pembangunan), dan Dr. Jubei Levianto, S.Sos., M.M. (Manajemen).

Kegiatan ini didukung oleh Forum Silaturrahim Takmir Masjid Kementerian/Lembaga dan BUMN serta Bursa Efek Indonesia. Dalam sesi tanya jawab, para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait mekanisme investasi dan manfaat sukuk bagi masyarakat umum.

“Peran pengurus masjid sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Kami berharap setelah mendapatkan pemahaman yang lebih baik, para pengurus masjid dapat menjadi agen literasi keuangan syariah di lingkungan masing-masing,” ujar Faizi, S.E.I., M.Si., Ph.D.

Tim pengabdian UPN “Veteran” Jakarta berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendorong peningkatan literasi dan partisipasi masyarakat dalam investasi berbasis syariah. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan terus berlanjut dengan memperluas kolaborasi bersama pihak-pihak terkait.