Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Silaturahmi PBNU–Muhammadiyah: Komitmen Bersama Bangun Indonesia yang Lebih Baik

kabarumat.co – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), menyoroti peran krusial Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah dalam menjaga arah kebangsaan Indonesia di tengah situasi geopolitik dunia yang kian rumit.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yahya saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan KH Ahmad Dahlan No. 103, Yogyakarta, pada Rabu (20/8/2025).

Gus Yahya menyatakan bahwa perjalanan sejarah bangsa Indonesia tak terlepas dari peran besar dua organisasi Islam terbesar, yakni NU dan Muhammadiyah. Oleh karena itu, mempererat kembali tali persaudaraan di antara keduanya menjadi suatu keharusan.

“Memperkuat ukhuwah antar-ormas yang telah terbangun dalam sejarah panjang bangsa ini adalah kewajiban yang tidak bisa ditawar. Hal ini harus dilakukan melalui konsensus yang berdampak nyata bagi tegaknya negara-bangsa yang beradab, bahkan bagi keberkahan seluruh semesta. Inilah usaha yang harus kita rawat bersama,” ujarnya melalui akun Instagram @yahyacholiltsaquf.

Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Haedar Nashir, menyambut hangat pertemuan tersebut sebagai wujud silaturahmi yang memperkuat ikatan persaudaraan.

Haedar menyatakan bahwa pertemuan antara NU dan Muhammadiyah sudah menjadi hal yang rutin dilakukan sebagai bentuk upaya mempererat komunikasi antar-ormas besar di Indonesia. “PP Muhammadiyah dan PBNU selama ini sering mengadakan pertemuan untuk menjaga silaturahmi dan membangun persaudaraan antar organisasi Islam terbesar di negeri ini,” ujar Haedar, seperti dikutip dari situs Muhammadiyah pada Kamis (21/8/2025).

Ia juga menegaskan bahwa umat Islam tidak akan mampu berkembang dan menjadi kuat tanpa menjaga serta memperkokoh tali ukhuwah, apalagi di tengah era media sosial yang sangat terbuka saat ini.

“Umat Islam tidak akan bisa kuat dan maju tanpa usaha untuk memelihara dan memperkuat tali ukhuwah, apalagi di tengah era media sosial yang sangat terbuka saat ini,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa jika Muhammadiyah, NU, maupun organisasi kebangsaan lainnya mengalami kemunduran, maka kondisi bangsa Indonesia juga akan terdampak negatif. Oleh karena itu, menurutnya, posisi serta peran strategis ormas keagamaan harus selalu dijaga dan diperkuat secara bersama-sama.

“Ketika Muhammadiyah, NU, dan ormas kebangsaan lain melemah, maka bangsa Indonesia pun akan ikut melemah. Inilah alasan mengapa peran strategis ormas keagamaan perlu terus dijaga dan diperkuat bersama,” tutupnya.