kabarumat.co – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan kehormatan dari Peter M. Haymond, Perwakilan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, di Kantor PP Muhammadiyah Jakarta pada Rabu (28/8). Kunjungan ini menjadi ajang strategis untuk mempererat hubungan antarbangsa sekaligus menyampaikan perspektif Muhammadiyah terkait berbagai isu nasional dan global.
Dalam pertemuan tersebut, hadir Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, dan Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti.
Muhammad Sayuti menjelaskan bahwa kunjungan ini memberi peluang bagi pihak Amerika Serikat untuk lebih memahami pandangan Muhammadiyah mengenai harmoni sosial, keagamaan, serta berbagai isu strategis di tingkat internasional.
“Mereka ingin mengetahui pandangan Muhammadiyah tentang beragam isu, terutama yang berkaitan dengan keharmonisan sosial-keagamaan, radikalisme, serta sikap kami terhadap isu-isu global, termasuk persoalan Palestina,” ujar Sayuti.
Ia juga menambahkan bahwa dalam pertemuan tersebut, Haedar Nashir menekankan pentingnya peran ormas dalam menanggapi konflik berkepanjangan. Menurut Haedar, radikalisme kerap muncul sebagai akibat dari ketidakadilan dan konflik yang tak kunjung usai, sehingga penyelesaiannya memerlukan pendekatan menyeluruh dan kolaboratif dari berbagai pihak.
“Pak Haedar menyampaikan bahwa akar radikalisme sering kali muncul dari konflik yang terus berlarut. Maka dari itu, Muhammadiyah ingin ikut ambil bagian dalam mencari solusi damai. Kami juga belajar bahwa membangun diplomasi Muhammadiyah, terlebih dengan negara besar seperti Amerika, membutuhkan kecermatan dan pendekatan yang tepat,” pungkas Sayuti.
Amerika Serikat Apresiasi Kontribusi Muhammadiyah dalam Kerukunan dan Layanan Sosial
Menanggapi pandangan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut, Peter M. Haymond menyampaikan penghargaan atas peran aktif Muhammadiyah dalam menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan harmonis. Ia menilai bahwa pendekatan Muhammadiyah dalam membangun masyarakat inklusif di Indonesia dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain.
“Kami ingin belajar dari pengalaman Muhammadiyah – khususnya dalam mengelola layanan pendidikan dan kesehatan, serta dalam membangun kerja sama yang kuat dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat,” ujar Haymond.
Menutup pertemuan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengundang pihak Kedutaan Besar AS untuk mengunjungi sejumlah kampus Muhammadiyah yang berada di daerah dengan populasi Muslim minoritas. Menurut Haedar, hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa komitmen Muhammadiyah terhadap nilai-nilai harmoni dan moderasi tidak hanya sebatas wacana, tetapi juga terimplementasi dalam praktik.
Peter Haymond merespons undangan tersebut dengan antusias, dan menyampaikan keterbukaan terhadap berbagai bentuk kolaborasi di masa mendatang. “Saya percaya masih banyak peluang kerja sama yang bisa dijajaki. Kami membahas kemungkinan program pertukaran, kunjungan, dan bentuk kolaborasi lainnya. Kami sangat menghargai kontribusi Muhammadiyah dalam menciptakan Indonesia yang damai dan sejahtera,” tutupnya.
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !