Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Pemkot Mataram Awasi Keberadaan Jemaah Tabligh Menjelang Ramadan 2025 untuk Antisipasi Terorisme

Kabarumat.co – Pemerintah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), memperketat pengawasan terhadap keberadaan jemaah tabligh atau dai kompor menjelang Ramadan 2025. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi terhadap potensi terorisme yang dapat terjadi.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Mataram, Zarkasyi, menjelaskan bahwa pengawasan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kehadiran orang asing yang masuk ke wilayah mereka. “Ini dilakukan dalam rangka antisipasi kami terhadap orang asing yang masuk ke wilayah kami. Kegiatan dakwah pun (akan) kami rapikan,” ujar Zarkasyi saat diwawancarai di Mataram, Rabu (26/2/2025).

Zarkasyi mengungkapkan bahwa kegiatan jemaah tabligh mulai kembali ramai beberapa pekan terakhir menjelang Ramadan. “Kami dapat laporan ada yang masuk di beberapa masjid. Kalau seperti itu kami arahkan langsung ke Masjid At-Taqwa,” tambahnya.

Para jemaah tabligh sering kali berpindah-pindah dari satu masjid ke masjid lainnya tanpa adanya koordinasi atau izin dari pihak kecamatan hingga kepala lingkungan. Selain itu, mereka juga datang dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Bali, Jakarta, dan Lampung.

“(Jamaah tabligh) ini kan nggak ada jadwal, nggak pernah menginformasikan ke kami, kapan dia datang. Tiba-tiba (saja) datang dari Bali, Jakarta, Lampung, dan lainnya,” ungkap mantan Camat Ampenan tersebut.

Untuk meminimalisasi potensi gesekan dengan warga sekitar, Zarkasyi menegaskan bahwa jemaah tabligh harus mendapatkan izin dari pengurus masjid sebelum melakukan kegiatan dakwah. “Paling tidak harus ada koordinasi dengan kepala lingkungan setempat dan takmir masjid. Sehingga (kegiatan ini) tidak menimbulkan penolakan-penolakan (warga),” tandasnya.