Dosen UPN Veteran Jakarta Dampingi Muslimah Diaspora Kelola Keuangan Syariah

Dosen UPN Veteran Jakarta Dampingi Muslimah Diaspora Kelola Keuangan Syariah

Kabarumat.co — Dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jakarta (UPNVJ) mendampingi warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Malaysia dalam mengelola keuangan rumah tangga berbasis syariah dan teknologi digital.

Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional tersebut mengusung tema “Pendampingan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Syariah Berbasis Teknologi Digital untuk Peningkatan Kesejahteraan Keluarga”. Kegiatan merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Internal 2026 UPNVJ yang dilaksanakan bersama International Islamic University Malaysia (IIUM) sebagai mitra pelaksana.

Ketua Tim PKM, Dr. Ade Nur Rohim, S.H.I., M.E.I., CDIF, mengatakan program tersebut dirancang untuk menjawab sejumlah persoalan yang dihadapi anggota PCIA Malaysia. Sebagian besar peserta merupakan ibu rumah tangga penerima remitansi yang masih menghadapi keterbatasan dalam literasi keuangan syariah dan pencatatan keuangan keluarga.

“Selama ini banyak keluarga muslimah di perantauan sudah menerima remitansi secara rutin, tetapi belum memiliki kebiasaan mencatat pemasukan dan pengeluaran, apalagi mengalokasikan pos khusus untuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf secara terencana,” ujar Ade.

Integrasikan Keuangan Keluarga dan Dana Sosial Islam

Program pendampingan tersebut dilaksanakan melalui tiga pendekatan utama, yakni pelatihan literasi keuangan syariah, pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi pencatatan keuangan berbasis smartphone, serta penyuluhan mengenai integrasi dana sosial Islam dalam sistem keuangan keluarga.

Pada sesi dana sosial Islam, Ade yang fokus pada kajian keuangan sosial Islam, khususnya wakaf, menekankan pentingnya menjadikan zakat, infak, sedekah, dan wakaf sebagai bagian dari perencanaan anggaran rumah tangga.

“Potensi zakat nasional Indonesia diperkirakan menembus lebih dari Rp300 triliun, sementara Badan Wakaf Indonesia mencatat potensi wakaf nasional dapat mencapai Rp400 triliun per tahun, dengan wakaf uang saja berpotensi sekitar Rp180 triliun per tahun. Namun realisasi yang berhasil dihimpun masih jauh di bawah potensi tersebut, salah satunya karena rendahnya literasi keluarga tentang cara memulai dan mengelolanya secara konsisten,” ujar Ade.

Ia menambahkan, keluarga diaspora memiliki peluang untuk menjadikan wakaf uang sebagai instrumen investasi sosial yang berkelanjutan. Hal itu dimungkinkan karena wakaf uang dapat dimulai dengan nominal relatif kecil dan dikelola oleh nazhir yang telah tersertifikasi.

Selain materi zakat dan wakaf, peserta mendapatkan pelatihan penyusunan anggaran rumah tangga berdasarkan prinsip maqashid syariah, meliputi aspek daruriyyat, hajiyyat, dan tahsiniyyat.

Pendampingan Berlanjut Tiga Bulan

Pelaksanaan program dimulai dengan koordinasi bersama pengurus PCIA Malaysia dan survei baseline mengenai tingkat literasi keuangan serta perilaku finansial peserta. Tahapan berikutnya meliputi penyusunan modul dan video tutorial, sosialisasi, pelatihan literasi keuangan syariah, pelatihan penggunaan aplikasi digital, hingga praktik pencatatan keuangan keluarga.

Pendampingan intensif akan dilanjutkan selama tiga bulan. Tim PKM menargetkan peningkatan literasi keuangan syariah peserta minimal 40 persen serta konsistensi penggunaan aplikasi pencatatan oleh sedikitnya 70 persen peserta selama masa pendampingan.

Capaian tersebut akan diukur melalui monitoring dan evaluasi secara berkala.

Program ini juga diarahkan untuk mendukung sejumlah Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama SDGs 1 tentang Tanpa Kemiskinan, SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDGs 5 tentang Kesetaraan Gender, SDGs 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDGs 10 tentang Berkurangnya Kesenjangan.

Selain memberikan manfaat langsung bagi peserta, program tersebut ditargetkan menghasilkan sejumlah luaran, antara lain artikel ilmiah pada jurnal pengabdian kepada masyarakat terakreditasi Sinta 4, artikel diseminasi pada Seminar Internasional JESICA, buku ber-HKI, video dokumentasi, serta komunitas belajar keuangan keluarga di lingkungan PCIA Malaysia.

Tim PKM berharap model pendampingan tersebut dapat direplikasi pada komunitas WNI lainnya di Malaysia maupun negara penempatan lain. Program ini juga diharapkan membuka peluang perluasan kerja sama antara UPNVJ dan IIUM, khususnya Fakultas Ekonomi dan Ilmu Manajemen, pada bidang lainnya.

“Kegiatan ini menjadi salah satu wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi oleh Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN ‘Veteran’ Jakarta, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang menyasar komunitas Indonesia di luar negeri,” pungkas Ade.

Kabar Umat
Kabarumat.co adalah media digital yang menyajikan informasi, analisis, dan opini seputar keislaman, kebangsaan, sosial, pendidikan, ekonomi, serta isu-isu aktual dengan pendekatan yang moderat, edukatif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.