Flash Sale! to get a free eCookbook with our top 25 recipes.

Cara Setan Merobek Iman Ketika Sakarotul Maut

Cara Setan Merobek Iman Ketika Sakarotul Maut

Tulisan ini sebagai pengingat bagi pembaca, agar kita tidak lupa akan kematian, sekaligus memperbanyak bekal berupa ibadah kepada Allah swt, sebagai persiapan menuju kematian.

Ketika sakarotul maut setan memiliki 1000 cara untuk merobek iman manusia.
Diriwayatkan oleh Syaikh Abu Zakaria, beliau adalah seorang yang zuhud, ketika ia mendekati ajalnya, datanglah teman-temanya.

Pada waktu itu, beliau dalam keadaan sakarotul maut, kemudian teman-temanya mentalqin kalimat thoyyibah.

لااله الا الله محمد رسول الله

Artinya:

Tidak ada tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Maka beliau memalingkan wajahnya dari teman-temanya,beliau tidak mengucapkna kalimat thoyyibah sedikitpun. Lalu temanya mengucapkan kedua kalinya kepadanya, beliau tetap memalingkan wajahnya.

Waktu temanya mengucapkan ketiga kalinya, beliau berkata: “aku tidak akan mengucapkan kalimat itu”. teman-temanya dibuat bingung dengan perkataan Syaikh Abu Zakaria.

Satu jam kemudian abu zakaria merasa lebih baik. Dan beliau membuka matanya seraya berkata kepada teman-temanya: “apakah kalian semua telah mengatakan sesuatu kepadaku?”

Mereka menjawab: ” ya kami telah mentalqinmu kalimat syahadah tiga kali, dan engkau berpaling dua kali”.

Yang lebih mengejutkan, ketiga kalinya kamu menjawab: “aku tidak akan mengucapkan kalimat itu!”

Dan syaikh Abu Zakaria berkata: “Tadi telah datang kepadaku iblis, ia membawa semangkuk air, dan iblis itu berdiri disisi kananku, serta menggerakan mangkuk itu seraya bertanya kepadaku:

-Iblis : Apakah engkau membutuhkan air?

-Abu Zakaria : ya aku membutuhkanya.

-Iblis: Katanlah bahwa Nabi Isa adalah anak Allah.

Lalu Syaikh Abu Zakaria berpaling dari iblis tersebut. Iblis berkata kepadaku sebagaimana tadi.

Lalu iblis berkata padaku: “katakanlah, tidak ada tuhan”.

Aku menjawab: “aku tidak akan mengucapkan kalimat itu”.

Selanjutnya iblis membanting mangkuk yang berisi air dan berlari.

Syaikh Abu Zakaria berkata kepada teman-temanya: “aku tadi menolak kepada iblis, tidak kepada talqinanmu tadi”.

Lalu Syaikh Abu Zakaria berkata: “aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Wallahu a’lam bhi showab.

* Fathul Ulum (Santri PP. Al Anwar, Sarang, Rembang)

?Refrensi: كتاب دقاءىق الاخبار

Fathul Ulum
Santri PP. Al Anwar, Sarang, Rembang