kabarumat.co – Fahmy Radhi, pengamat ekonomi energi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkirakan bahwa aktivitas pertambangan nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, telah menyebabkan kerugian yang secara nominal bahkan melebihi dampak dari kasus PT Timah Tbk. Menurut Fahmy, kerusakan ekosistem yang diakibatkan oleh aktivitas pertambangan tersebut memiliki nilai yang jauh lebih besar dibandingkan dengan keuntungan ekonomi yang diperoleh negara ...