kabarumat.co – Kematian adalah sesuatu yang tak mengenal batas usia, jenis kelamin, maupun status sosial. Namun, ketika kematian disebabkan oleh kelaparan, hal itu menjadi pukulan keras bagi hati nurani kita semua.
Tragedi kematian akibat kelaparan tidak sekadar persoalan kemanusiaan, melainkan juga mencerminkan rapuhnya kepedulian sosial di masyarakat. Peristiwa semacam ini memperlihatkan betapa rendahnya perhatian terhadap mereka yang hidup dalam kesulitan ekonomi. Padahal, konstitusi telah menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menjamin kesejahteraan warga miskin serta mereka yang terlantar.
Sebagaimana tercantum dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945: “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara oleh negara.”
Dengan demikian, negara—baik di tingkat pusat maupun daerah—memiliki tanggung jawab untuk menjamin agar tidak ada satu pun warga yang menderita kelaparan atau hidup terlantar tanpa perhatian. Pemerintah daerah, mulai dari provinsi hingga kabupaten/kota, beserta seluruh perangkatnya, harus sigap dalam memantau kondisi masyarakat dan memberikan pelayanan serta bantuan kepada kelompok yang rentan dan kurang mampu.
Bagi sebagian orang, kelaparan mungkin dianggap hal sepele, sekadar urusan tidak makan. Padahal, dari sisi medis, kelaparan yang berlangsung lama dapat menguras energi tubuh, menurunkan daya tahan, hingga merusak organ vital. Pada akhirnya, kondisi ini dapat menyebabkan kematian.
Yang lebih memprihatinkan, banyak kasus kelaparan berakar pada dua faktor utama: kesulitan ekonomi dan rendahnya rasa kepedulian sosial. Karena itu, peran masyarakat—terutama lingkungan terdekat seperti tetangga—menjadi sangat penting untuk saling memperhatikan dan menolong sesama.
Allah SWT telah mengingatkan hal ini dalam firman-Nya:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.”
(QS. An-Nisa: 36).
Ayat tersebut menegaskan bahwa kepedulian sosial merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ibadah. Menolong tetangga dan masyarakat di sekitar bukan hanya tindakan kebaikan semata, melainkan perintah langsung dari Allah SWT. Rasulullah SAW juga memberikan peringatan tegas mengenai bahaya sikap acuh terhadap penderitaan orang lain, sebagaimana sabdanya:
“Bukanlah seorang mukmin sejati, apabila ia merasa kenyang sementara tetangganya kelaparan di sampingnya.”
(HR. Bukhari).
Hadis tersebut menegaskan bahwa kesempurnaan iman seseorang belum tercapai apabila ia dapat hidup tenang sementara tetangganya menahan lapar. Pesan ini bukan sekadar ajaran moral, melainkan nilai kemanusiaan mendasar yang semestinya tertanam dalam diri setiap orang beriman.
Memang benar, setiap kematian merupakan ketetapan Allah SWT. Namun demikian, takdir tidak menghapus tanggung jawab sosial manusia terhadap sesamanya. Ketika seseorang meninggal karena kelaparan, peristiwa itu bukan hanya ujian bagi korban, tetapi juga menjadi peringatan bagi kita yang hidup di sekitarnya.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa orang yang wafat karena sakit perut—termasuk akibat kelaparan—mendapat derajat syahid:
“Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, ‘Golongan yang mendapat derajat syahid ada lima: korban wabah tha’un, korban sakit perut, korban tenggelam, korban reruntuhan, dan orang yang gugur di jalan Allah.’”
(HR. Bukhari dan Muslim).
Kendati demikian, kematian akibat kelaparan tetap menjadi pukulan batin bagi kita semua—baik pemerintah, tokoh masyarakat, aparat desa, maupun umat secara keseluruhan. Tragedi semacam ini menjadi pengingat bahwa solidaritas sosial harus terus dipupuk dan dijaga. Sebab, masyarakat yang beriman sejati bukan hanya yang tekun beribadah, melainkan juga yang memiliki empati dan kepedulian terhadap penderitaan sesamanya.
Pada akhirnya, kita semua memikul tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat yang saling melindungi, saling menolong, dan tidak membiarkan satu pun manusia meninggal karena kelaparan di tengah limpahan rezeki.
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !