kabarumat.co – Ada semacam ironi yang mengemuka di zaman kita: ketika semakin banyak orang berbicara atas nama agama, justru semakin sering pula agama tampil dengan raut yang kaku dan tegang. Di tengah hiruk-pikuk ruang digital, ayat-ayat dan hadis beredar begitu cepat—dikutip, dipotong, lalu disebarkan—tanpa sempat diselami kedalaman maknanya. Pada titik inilah terjadi pergeseran dalam cara memahami agama: dari yang semula ...