Kabarumat.co – Membaca QS. al-Nūr [24]: 35 tidak cukup jika hanya memahaminya sebagai metafora atau ungkapan simbolik yang memiliki keindahan bahasa. Ayat tersebut justru menempati posisi penting dalam sejarah intelektual Islam karena melahirkan beragam perdebatan mengenai makna “cahaya” (nūr). Para filsuf, teolog, dan sufi mengembangkan pendekatan yang berbeda dalam memahami istilah tersebut: sebagian melihatnya sebagai representasi rasional tentang petunjuk Tuhan, ...