Kabarumat.co – Membaca QS. al-Nūr [24]: 35 tidak cukup jika hanya memahaminya sebagai metafora atau ungkapan simbolik yang memiliki keindahan bahasa. Ayat tersebut justru menempati posisi penting dalam sejarah intelektual Islam karena melahirkan beragam perdebatan mengenai makna “cahaya” (nūr). Para filsuf, teolog, dan sufi mengembangkan pendekatan yang berbeda dalam memahami istilah tersebut: sebagian melihatnya sebagai representasi rasional tentang petunjuk Tuhan, ...














![Ayat al-Nūr dan Jalan Menuju Makrifat: Telaah Sufistik atas QS. al-Nūr [24]: 35](https://kabarumat.co/wp-content/uploads/2026/09/Tasawuf-70kb-280x210.jpg)



![Ayat al-Nūr dan Jalan Menuju Makrifat: Telaah Sufistik atas QS. al-Nūr [24]: 35](https://kabarumat.co/wp-content/uploads/2026/09/Tasawuf-70kb.jpg)
Kenali Kami Lebih Dekat
Assalamu Alaikum Akhi Ukhti!! Selamat datang di Kabar Umat
Kami hadir setiap saat untuk menyampaikan berita terpercaya serta wawasan keislaman, keindonesiaan dan kebudayaan hanya buat Akhi Ukhti. Bantu sukseskan Visi kami satukan umat kuatkan masyarakat dengan cara share konten kami kepada teman-teman terdekat Akhi Ukhti !